<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rodhiyah Desviana &#187; Tutorial</title>
	<atom:link href="http://rodhiyah.wordpress.com/category/resume/tutorial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rodhiyah.wordpress.com</link>
	<description>Kegagalan adalah suatu keberhasilan yang tertunda</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Mar 2009 05:00:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='rodhiyah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/cf45bc6ecbbad00d9c64ba5b0ef25b76?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rodhiyah Desviana &#187; Tutorial</title>
		<link>http://rodhiyah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rodhiyah.wordpress.com/osd.xml" title="Rodhiyah Desviana" />
		<item>
		<title>Router</title>
		<link>http://rodhiyah.wordpress.com/2008/09/19/router/</link>
		<comments>http://rodhiyah.wordpress.com/2008/09/19/router/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 14:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rodhiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Router]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rodhiyah.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[1. TUTORIAL ROUTER
Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain.Â Router menghubungkan network-network tersebut pada network layer dari model OSI, sehingga secara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rodhiyah.wordpress.com&blog=3649314&post=32&subd=rodhiyah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span lang="SV"><strong>1. TUTORIAL ROUTER</strong><strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Router adalah sebuah device yang berfungsi untuk meneruskan paket-paket dari sebuah network ke network yang lainnya (baik LAN ke LAN atau LAN ke WAN) sehingga host-host yang ada pada sebuah network bisa berkomunikasi dengan host-host yang ada pada network yang lain.<span>Â </span>Router menghubungkan network-network tersebut pada network layer dari model OSI, sehingga secara teknis Router adalah Layer 3 Gateway.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Router bisa berupa sebuah device yang dirancang khusus untuk berfungsi sebagai router (dedicated router), atau bisa juga berupa sebuah PC yang difungsikan sebagai router.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><strong><span id="more-32"></span>2 </strong><span><strong>Mengkonfigurasi Router</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Router tidak mempunyai layar monitor untuk berinteraksi dengan network administrator, oleh karena itu, kita membutuhkan sebuah PC untuk men-setup sebuah router.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">PC tersebut harus disambungkan ke router tersebut dengan salah satu dari cara berikut:</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">melalui      console port</li>
<li class="MsoNormal">melalui      Network</li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span><strong>2.1 Men-konfigurasi Router melalui Port </strong><em><strong>Console </strong></em></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Console port adalah sebuah port pada router yang disediakan untuk menghubungkan router tersebut pada âdunia luarâ.<span>Â </span>Sebuah kabel Roll Over dibutuhkan untuk menghubungkan serial interface pada PC dan Console port pada router tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Setelah Router terhubung dengan PC, Router dapat dikonfigurasi dengan menjalankan applikasi HyperTerminal dari PC.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><strong>2.2 Men-konfigurasi Router melalui Network</strong></span><strong><span> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dengan cara ini, Router dapat dikonfigurasi dengan PC yang terhubung dengan Router melalui network. Cara ini hanya bisa digunakan untuk melihat konfigurasi dan memodifikasi konfigurasi pada router. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Mengapa ? Karena sebuah router hanya akan terhubung ke network jika Network Interface-nya sudah terkonfigurasi dengan benar. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Di sisi lain, cara ini juga mempunyai kelebihan. Dengan cara ini, network administrator lebih leluasa menempatkan PC-nya untuk memodifikasi konfigurasi router. Network administrator bisa menempatkan PC-nya di mana saja, asalkan PC tersebut bisa terhubung ke Router melalui jaringan.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Dengan cara ini, Network administrator membutuhkan applikasi telnet untuk mengkonfigurasi Router tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Berikut adalah langkah-langkah menggunakan telnet pada PC dengan Sistem Operasi Windows:</span></p>
<ul type="disc">
<li class="MsoNormal">Jalankan      command prompt (atau MS DOS prompt pada Windows 9x)</li>
<li class="MsoNormal">Ketik      perintah berikut pada command prompt:</li>
</ul>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>C:\&gt;<span>Â </span>telnet IP-address-Router</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>Contoh:</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>C:\&gt;<span>Â </span>telnet 172.16.148.1</span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p><span>2.3 </span><strong><span>Inisialisasi Konfigurasi Router</span></strong><span><strong><span></span></strong></span></p>
<p><span>Konfigurasi Router disimpan pada sebuah memory spesial pada router yang disebut nonvolatile random-access memory (NVRAM). Jika tidak ada konfigurasi yang tersimpan pada NVRAM, maka system operasi pada Router akan menjalankan sebuah routine yang akan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya akan digunakan untuk mengkonfigurasi router tersebut. Routine ini dalam kosakata Windows dikenal dengan nama Wizard. Namun pada Router Cisco, routine ini disebut dengan nama <em><span>system configuration dialog </span></em>atau <em><span>setup dialog</span></em>. </span></p>
<p><span>Setup Dialog ini hanya dirancang untuk membuat konfigurasi minimal, karena tujuan utama dari mode setup ini hanyalah untuk membuat konfigurasi secara cepat dan mudah. Untuk konfigurasi yang komplex, network administrator harus melakukannya secara manual. Setup Dialog bisa juga dipanggil walaupun NVRAM sudah berisi konfigurasi. Administrator cukup mengetik command setup pada CLI (Command Line Interface) dan Setup Dialog akan dieksekusi.</span></p>
<p><strong>2.4 Tingkat akses perintah</strong></p>
<p><span>Untuk tujuan keamaan, perintah-perintah yang bisa dijalankan dari CLI dibagi menjadi 2 tingkat akses, yaitu:</span></p>
<ul>
<li>â¢ User Mode</li>
<li>â¢ Privileged Mode</li>
</ul>
<p><span lang="DA">User Mode ditujukan untuk melihat status router. Perintah-perintah yang diizinkan pada mode ini tidak bisa mengubah konfigurasi router, sehingga mode ini lebih aman ketika seorang network administrator hanya ingin melihat status router dan tidak ingin mengubah konfigurasi. </span></p>
<p><span lang="DA">Privileged Mode mempunyai tingkat akses yang lebih tinggi. </span><span>Dengan mode ini, network administrator bisa mengubah configurasi router. </span><span lang="SV">Oleh karena itu, mode ini sebaiknya digunakan dengan hati-hati sekali untuk menghindari perubahan yang tidak diinginkan pada router tersebut. </span></p>
<p><span lang="SV">Saat log on ke router pertama kali, anda akan masuk pada user mode, dengan prompt berupa tanda (&gt;). Untuk berpindah dari user mode ke priviledge mode, anda harus mengeksekusi perintah <strong><span>enable </span></strong>pada prompt. Prompt akan berubah menjadi tanda (#) ketika anda berada pada Privilged mode. </span><span>Untuk kembali ke user mode dari priviledge mode, anda harus mengeksekusi perintah <strong><span>disable </span></strong>pada command prompt.</span></p>
<p><strong><span>Contoh </span></strong><span>:</span></p>
<table class="MsoNormalTable" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="291">
<tbody>
<tr>
<td width="285" valign="top"><span>router con0 is now available</span></p>
<p><span>Press RETURN to get started</span></p>
<p><span>router &gt;</span></p>
<p><span>router &gt; <strong><span>enable</span></strong></span></p>
<p><span>router # <strong><span>disable</span></strong></span></p>
<p><span>router &gt;</span></p>
<p><span>router &gt; <strong><span>logout</span></strong></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><span>2.5 Mengubah Konfigurasi Router</span></strong></p>
<p><span>Seperti telah disinggung sebelumnya, Setup Dialog tidak dirancang untuk memodifikasi Konfigurasi Router ataupun membuat Konfigurasi Router yang komplex. </span><span lang="SV">Oleh karena itu, untuk keperluan ini, harus dilakukan secara manual dengan memasuki Mode Konfigurasi. Pengubahan konfigurasi ini bisa dilakukan langsung melalui console atau secara remote melalui jaringan seperti telah diulas pada sebelumnya. Setelah PC terhubung ke router, maka network administrator harus memasuki Privileged Mode dulu seperti yg telah disinggung sebelumnya Akhirnya, konfigurasi dapat diubah dengan perintah <strong><span>configure terminal </span></strong>untuk memasuki <em><span>global configuration mode </span></em>yang kemudian diikuti dengan baris-baris konfigurasi. Setelah baris-baris configurasi dituliskan, perintah <strong><span>exit </span></strong>akan diperlukan untuk keluar dari <em><span>global configuration mode</span></em>.</span></p>
<p><strong><span lang="SV">Contoh : mengubah konfigurasi router</span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="429">
<tbody>
<tr>
<td width="423" valign="top"><span>router con0 is now available</span></p>
<p><span>Press RETURN to get started</span></p>
<p><span>router &gt;</span></p>
<p><span>router &gt; <strong><span>enable</span></strong></span></p>
<p><span>router # <strong><span>configure   terminal</span></strong></span></p>
<p><span>router (config) # <strong><span>interface   ethernet 0</span></strong></span></p>
<p><span>router (config-if) # <strong><span>description   IT Department LAN</span></strong></span></p>
<p><span>router (config-if) # <strong><span>exit</span></strong></span></p>
<p><span>router (config) # <strong><span>exit</span></strong></span></p>
<p><span>router #</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><span>2.6 Mengamankan Router dengan Password</span></strong></p>
<p><span>Untuk menyulitkan orang yang tidak berhak mengubah dan mengacau konfigurasi router, maka router tersebut perlu dilindungi dengan kata sandi (password).</span></p>
<p><strong><span>Password untuk console</span></strong></p>
<p><span>Jika password diaktifkan pada console, maka user tidak bisa begitu saja mendapatkan akses ke router melalui console tanpa menuliskan password console terlebih dahulu. Untuk melakukan hal ini, diperlukan perintah <strong><span>line console 0 </span></strong>diikuti dengan perintah <strong><span>login </span></strong>dan <strong><span>password </span></strong>dalam konfigurasi router.</span></p>
<p><strong><span>Contoh : membuat password untuk console</span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="309">
<tbody>
<tr>
<td width="309" valign="top"><span>Router(config) # <strong><span>line   console 0</span></strong></span></p>
<p><span>Router(config-line) # <strong><span>login</span></strong></span></p>
<p><span>Router(config-line) # <strong><span>password   coba</span></strong></span></p>
<p><span>Router(config-line) # <strong><span>exit</span></strong></span></p>
<p><span>Router(config) # <strong><span>exit</span></strong></span></p>
<p><span>Router(config) #</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span>Router yang dikonfigurasi seperti contoh akan meminta password ketika user mencoba mendapatkan akses melalui console. Dan passwordnya adalah <strong><span>coba</span></strong>.</span></p>
<p><strong><span>Password untuk Virtual Terminal</span></strong></p>
<p><span>Virtual Terminal ini akan digunakan ketika user ingin mendapatkan akses melalui jaringan dengan applikasi telnet. </span><span lang="SV">Password Virtual Terminal ini harus dikonfigurasi sebelum user bisa mendapatkan akses melalui jaringan. Tanpa password, koneksi melalui jaringan akan ditolak oleh router dan router akan memberikan pesan berikut:</span></p>
<p><strong><span>Password required, but none set</span></strong></p>
<p><strong><span>Contoh : memperlihatkan bagaimana caranya mengkonfigurasi password pada Virtual Terminal.</span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="333">
<tbody>
<tr>
<td width="327" valign="top"><span>Router(config) # <strong><span>line   vty 0 4</span></strong></span></p>
<p><span>Router(config-line) # <strong><span>password   cobain</span></strong></span></p>
<p><span>Router(config-line) # <strong><span>exit</span></strong></span></p>
<p><span>Router(config) # <strong><span>exit</span></strong></span></p>
<p><span>Router(config) #</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span lang="SV">Pada contoh, router akan meminta password ketika diakses lewat jaringan. Dan password untuk virtual terminal tersebut adalah <strong><span>cobain</span></strong>. Angka <strong><span>0 </span></strong>pada baris <strong><span>line vty 0 4 </span></strong>menunjukkan nomer awal virtual terminal, dan angka <strong><span>4 </span></strong>menunjukkan nomer terakhir dari virtual terminal. Oleh karena itu, perintah tersebut memperlihatkan bahwa router tersebut mengizinkan 5 koneksi melalui virtual terminal pada waktu yang bersamaan.</span></p>
<p><strong><span lang="SV">Password untuk mode priviledge</span></strong></p>
<p><span lang="SV">Setelah user menuliskan password dengan benar untuk mendapatkan akses ke router baik melalui jaringan ataupun console, maka user akan memasuki user mode. </span></p>
<p><span lang="SV">Jika password untuk mode priviledge dikonfigurasi, maka user juga harus menuliskan password lagi untuk masuk ke mode itu. </span></p>
<p><span lang="SV">Perintah yang digunakan untuk memberi password pada mode ini adalah <strong><span>enable password</span></strong>, atau <strong><span>enable secret</span></strong>.</span></p>
<p><span lang="SV">Perbedaan antara kedua perintah tersebut adalah bahwa perintah enable secret membuat password-nya terenkrip sedangkan enable password tidak. Kedua perintah tersebut juga bisa dituliskan kedua-duanya dalam mode konfigurasi global, dan keduanya juga bisa mempunyai password yang berbeda. Namun jika keduanya diletakkan pada konfigurasi, maka password pada enable secret yang akan digunakan untuk memasuki privileged mode.</span></p>
<p><strong><span>Contoh : mengkonfigurasi enable password</span></strong></p>
<p><span>Router(config) # <strong><span>enable password rahasia</span></strong></span></p>
<p><strong><span>Contoh :</span></strong><span> <strong><span>mengkonfigurasi enable secret</span></strong></span></p>
<p><strong><span>Router(config) # enable secret rahasiabanget</span></strong></p>
<p><span lang="SV">Dalam konfigurasi router, sebuah perintah bisa dihapus dengan menambahkan perintah <strong><span>no </span></strong>pada mode konfigurasi. Dengan demikian, untuk menghapus password pada contoh dapat dilakukan dengan perintah seperti yang tampak pada contoh berikut</span></p>
<p><strong><span>Contoh : menghapus password enable secret</span></strong></p>
<p><span>Router(config) # <strong><span>no enable secret rahasiabanget</span></strong></span></p>
<p><span>3. <strong><span>Routing</span></strong></span></p>
<p><span>Routing dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yaitu: </span></p>
<p><span>1.</span><span> </span><strong><span>Static Routing</span></strong><span> â Router meneruskan paket dari sebuah network ke network yang lainnya berdasarkan rute (catatan: seperti rute pada bis kota) yang ditentukan oleh administrator. Rute pada static routing tidak berubah, kecuali jika diubah secara manual oleh administrator.</span></p>
<p><span>2.</span><span> </span><strong><span>Dynamic Routing</span></strong><span> â Router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. </span><span lang="SV">Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.</span></p>
<p><span lang="SV">Dynamic Routing tidak dibahas dalam tulisan ini karena walaupun konfigurasi-nya cukup mudah, namun bagaimana cara routing tersebut bekerja saya anggap sebagai topik lanjutan sehingga tidak saya bahas pada tulisan ini. Static Routing dapat dilakukan dengan memasukkan baris <strong><span>ip route </span></strong>pada mode konfigurasi global. Adapun format penulisan baris tersebut adalah:</span></p>
<p><strong><span lang="SV">ip route </span></strong><span lang="SV">network [mask] {alamat | interface }</span></p>
<p><span>dimana:</span></p>
<p><span>â¢ network adalah network tujuan</span></p>
<ul>
<li>â¢ mask adalah subnet mask</li>
<li>â¢ alamat adalah IP address ke mana network akan dilewatkan</li>
<li>â¢ interface adalah nama interface yang digunakan untuk melewatkan paket yang ditujukan</li>
</ul>
<p><span lang="SV">RouterA(config)# <strong><span>ip route 172.16.10.0 255.255.255.0 172.16.158.1</span></strong></span></p>
<p><span lang="SV">Dan agar router B bisa meneruskan paket-paket yang ditujukan ke WAN, maka router B perlu dikonfigurasi dengan static routing berikut:</span></p>
<p><span>RouterB(config)# <strong><span>ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.158.2</span></strong></span></p>
<p><strong><span>Menyimpan dan mengambil Konfigurasi</span></strong></p>
<p><span>Berbagai konfigurasi yang telah kita tuliskan dengan perintah configure terminal hanya akan disimpan pada RAM yang merupakan memory volatile. </span><span lang="SV">Jika konfigurasi ini tidak disimpan di NVRAM, maka konfigurasi tersebut akan hilang ketika router dimatikan atau direstart.</span></p>
<p><span lang="SV">Secara default, Router akan mengambil konfigurasi dari NVRAM saat start up, meletakkannya di RAM, dan kemudian menggunakan konfigurasi yang ada pada RAM untuk beroperasi. Untuk menyimpan konfigurasi yang ada di RAM ke NVRAM, diperlukan baris perintah berikut pada privileged mode:</span></p>
<p><span>Router# <strong><span>copy running-config startup-config</span></strong></span></p>
<p><span lang="SV">Sebaliknya, untuk mengambil konfigurasi yang ada di NVRAM dan meletakkannya pada RAM, dapat digunakan perintah berikut pada privileged mode:</span></p>
<p><strong><span>Router# copy startup-config running-config</span></strong></p>
<p><span lang="SV">Dan untuk melihat konfigurasi yang sedang beroperasi (pada RAM), dapat digunakan perintah <strong><span>show running-config </span></strong>pada privileged mode.</span></p>
<p><strong><span>Contoh: melihat running-config</span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="513">
<tbody>
<tr>
<td width="507" valign="top"><span>Router# <strong><span>show   running-config</span></strong></span></p>
<p><span>Building configurationâ¦</span></p>
<p><span>Current configuration : 4479 bytes</span></p>
<p><span>!</span></p>
<p><span>! Last configuration change at 12:23:26 UTC Fri Oct 10 2003</span></p>
<p><span>!</span></p>
<p><span>version 12.2</span></p>
<p><span>service timestamps debug datetime msec localtime show-timezone</span></p>
<p><span>service timestamps log datetime msec localtime show-timezone</span></p>
<p><span lang="SV">service password-encryption</span></p>
<p><span lang="SV">!</span></p>
<p><span lang="SV">hostname jakarta-lina</span></p>
<p><span lang="SV">!</span></p>
<p><span lang="SV">â¦</span><span lang="SV">. <em><span>Dan selanjutnya </span></em>â¦..</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong><span lang="SV"> Mengetahui perintah apa saja yang bisa dijalankan</span></strong></p>
<p><span lang="SV">Pada mode apa saja, anda bisa mengetikkan tanda (?) pada prompt. Dengan mengetikkan tanda tersebut, router akan memberitahukan apa saja yang bisa anda tuliskan pada prompt tersebut.</span></p>
<p><strong><span lang="SV">Contoh: melihat perintah-perintah apa saja yang berlaku pada prompt</span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="535">
<tbody>
<tr>
<td width="529" valign="top"><span>Router&gt; <strong><span>? </span></strong>Exec   commands:</span></p>
<p><span>&lt;1-99&gt; Session number to resume</span></p>
<p><span>access-enable Create a temporary Access-List entry</span></p>
<p><span>access-profile Apply user-profile to interface</span></p>
<p><span>clear Reset functions</span></p>
<p><span>connect Open a terminal connection</span></p>
<p><span>disable Turn off privileged commands</span></p>
<p><span>disconnect Disconnect an existing network connection</span></p>
<p><span>enable Turn on privileged commands</span></p>
<p><span>exit Exit from the EXEC</span></p>
<p><span>help Description of the interactive help system</span></p>
<p><span>lat Open a lat connection</span></p>
<p><span>lock Lock the terminal</span></p>
<p><span>login Log in as a particular user</span></p>
<p><span>logout Exit from the EXEC</span></p>
<p><span>mrinfo Request neighbor and version information from a   multicast</span></p>
<p><span>router</span></p>
<p><span>mstat Show statistics after multiple multicast traceroutes</span></p>
<p><span>mtrace Trace reverse multicast path from destination to source</span></p>
<p><span>name-connection Name an existing network connection</span></p>
<p><span>pad Open a X.29 PAD connection</span></p>
<p><span>ping Send echo messages</span></p>
<p><span>ppp Start IETF Point-to-Point Protocol (PPP)</span></p>
<p><span>resume Resume an active network connection</span></p>
<p><span>rlogin Open an rlogin connection</span></p>
<p><span>show Show running system information</span></p>
<p><span>slip Start Serial-line IP (SLIP)</span></p>
<p><span>systat Display information about terminal lines</span></p>
<p><span>tclquit Quit Tool Comand Language shell</span></p>
<p><span>tclsh Tool Comand Language a shell</span></p>
<p><span>telnet Open a telnet connection</span></p>
<p><span>terminal Set terminal line parameters</span></p>
<p><span>traceroute Trace route to destination</span></p>
<p><span>tunnel Open a tunnel connection</span></p>
<p><span>udptn Open an udptn connection</span></p>
<p><span>where List active connections</span></p>
<p><span>x28 Become an X.28 PAD</span></p>
<p><span>x3 Set X.3 parameters on PAD</span></p>
<p><span>router&gt;</span></p>
<p><span>contoh 9.1-2: melihat perintah apa saja yang dimulai dengan   huruf âtâ</span></p>
<p><span>router&gt; <strong><span>t?</span></strong></span></p>
<p><span>tclquit tclsh telnet terminal traceroute</span></p>
<p><span>tunnel</span></p>
<p><span lang="SV">router&gt; t</span></p>
<p><span lang="SV">contoh 9.1-3: melihat   lanjutan dari sebuah perintah</span></p>
<p><span>router&gt;<strong><span>telnet   ?</span></strong></span></p>
<p><span>WORD IP address or hostname of a remote system</span></p>
<p><span>router&gt;telnet</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal">
<p><strong><span>2.8 Perintah yang tidak lengkap dan Auto Completion</span></strong></p>
<p><span lang="SV">Sebuah perintah pada router tidak harus dituliskan secara lengkap jika perintah tersebut tidak ambiguous. Dengan fasilitas ini, administrator bisa menghemat waktu karena tidak harus mengetikkan semua perintah secara lengkap. </span></p>
<p><strong><span>Contoh: perintah yang tidak lengkap</span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="489">
<tbody>
<tr>
<td width="483" valign="top"><span>Router # <strong><span>sh ru</span></strong></span></p>
<p><span>Building configurationâ¦</span></p>
<p><span>Current configuration : 4479 bytes</span></p>
<p><span>!</span></p>
<p><span>! Last configuration change at 12:23:26 UTC Fri Oct 10 2003</span></p>
<p><span>!</span></p>
<p>â¦â¦â¦ <em><span>dan   selanjutnya â¦â¦â¦</span></em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span>Tampak pada contoh berikut bahwa router menjalankan perintah <strong><span>show running-config</span></strong>, padahal administrator hanya menuliskan <strong><span>sh ru </span></strong>pada prompt. </span></p>
<p><span lang="SV">Kadangkala kita tidak yakin dengan sebuah command sehingga kita tidak berani menuliskannya dengan tidak lengkap seperti di atas. Dengan kondisi seperti ini, administrator juga bisa menghemat waktu pengetikan dengan menekan tombol dan router akan melakukan auto completion.</span></p>
<p><strong><span>Contoh: auto completion</span></strong></p>
<p><span>Router &gt; <strong><span>tel </span></strong></span></p>
<p><span>Router &gt; telnet</span></p>
<p><span>Contoh memperlihatkan bahwa administrator cukup mengetikkan <strong><span>tel + </span></strong>dan router melengkapinya sendiri menjadi <strong><span>telnet </span></strong>setelah penekanan tombol .</span></p>
<p><strong><span>Contoh Konfigurasi Sederhana</span></strong></p>
<p><span>Akhirnya, tulisan ini akan saya tutup dengan memberikan contoh sebuah konfigurasi router sederhana secara utuh. Dan saya ucapkan selamat belajar.</span></p>
<p><strong><span>Contoh : konfigurasi sederhana secara utuh</span></strong></p>
<table class="MsoNormalTable" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="592">
<tbody>
<tr>
<td width="586" valign="top"><span>trident16-rig#sh run</span></p>
<p><span>Building configurationâ¦</span></p>
<p><span>Current configuration:</span></p>
<p><span>!</span></p>
<p><span>! No configuration change since last restart</span></p>
<p><span>!</span></p>
<p><span>version 12.1</span></p>
<p><span>service timestamps debug datetime msec localtime show-timezone</span></p>
<p><span>service timestamps log datetime msec localtime show-timezone</span></p>
<p><span>service password-encryption</span></p>
<p><span>!</span></p>
<p><span>hostname trident16-rig</span></p>
<p><span>!</span></p>
<p><span>enable secret 5 $1$PlKA$Ev/ev3/gQJHnytqacioZt.</span></p>
<p><span>!</span></p>
<p><span>ip subnet-zero</span></p>
<p><span>no ip domain-lookup</span></p>
<p><span>ip name-server 192.23.168.5</span></p>
<p><span>ip name-server 192.23.164.5</span></p>
<p><span>!</span></p>
<p><span>interface Ethernet0</span></p>
<p><span>description Local Segment for Trident 16 Rig</span></p>
<p><span>ip address 172.16.135.1 255.255.255.192</span></p>
<p><span>!</span></p>
<p><span>interface Serial0</span></p>
<p><span>description VSAT link to jakarta-lina-sat</span></p>
<p><span>bandwidth 128</span></p>
<p><span>ip address 172.16.158.174 255.255.255.252</span></p>
<p><span>!</span></p>
<p><span>interface Serial1</span></p>
<p><span>no ip address</span></p>
<p><span>shutdown</span></p>
<p><span>!</span></p>
<p><span>ip classless</span></p>
<p><span>ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 172.16.158.173</span></p>
<p><span>no ip http server</span></p>
<p><span>!</span></p>
<p><span>line con 0</span></p>
<p><span>transport input none</span></p>
<p><span>line aux 0</span></p>
<p><span>line vty 0 4</span></p>
<p><span>password 7 023616521D071B240C600C0D12180000</span></p>
<p><span>login</span></p>
<p><span>!</span></p>
<p><span>end</span></p>
<p><span>trident16-rig#</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal">
<h2><span>4. <a title="Cara cepat Konfigurasi Router Broadband LinkSys WRT54G" href="http://kabupatenberau.wordpress.com/2007/11/09/cara-cepat-konfigurasi-router-broadband-linksys-wrt54g/"><span>Cara cepat Konfigurasi Router Broadband LinkSys WRT54G</span></a></span></h2>
<p class="MsoNormal"><span><a title="11.jpg" href="http://kabupatenberau.files.wordpress.com/2007/11/11.jpg"><span><!--[if gte vml 1]&gt;                    &lt;![endif]--><span><img src="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image002.jpg" border="0" alt="11.jpg" width="156" height="70" /></span></span></a><a title="21.jpg" href="http://kabupatenberau.files.wordpress.com/2007/11/21.jpg"><span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><span><img src="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image004.jpg" border="0" alt="21.jpg" width="139" height="73" /></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">1. Buka kotaknya, terdapat Router broadband, CD, Adapter, Kabel.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">2. Dibagian belakang terlihat terdapat beberapa konektor RJ 45, adapun fungsinya adalah ;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">1. Konektor RJ 45 dari ISP</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">2. Terdapat konektor 1-4,ini dikoneksikan ke PC-PC / ke Switch</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">3. Ke Adapter Listrik</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">3. Koneksikan kabel Adapter ke lubang koneksi power lalu hubungkan ke listrik</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">4. Untuk mengkonfigurasinya, maka yang kita persiapkan adalah ;</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">1. Tancapkan <strong><span>kabel warna biru </span></strong>yang disertakan didalam kotak ke port di belakang</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="DA">router dan tancapkan <strong><span>ujung kabel ke Ethernet </span></strong>(port RJ45) di laptop / PC.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>2. Set IP PC / Laptop dengan cara,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>3. Klik dua kali <strong><span>icon network connection </span></strong>/ masuk ke c<strong><span>ontrol panel</span></strong>, klik <strong><span>network</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>connection</span></strong><span>, klik <strong><span>Local area connection</span></strong>, lalu pilih <strong><span>TCP/IP</span></strong>, lalu klik <strong><span>properties </span></strong></span><span><a title="31.jpg" href="http://kabupatenberau.files.wordpress.com/2007/11/31.jpg"><span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><span><img src="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image005.jpg" border="0" alt="31.jpg" width="369" height="413" /></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">4. masukan IP diatas, lalu tekan OK</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">5. Setelah IP address di laptop / PC kita diganti seperti langkah sebelumnya Buka Browser,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">ketikan <strong><span>192.168.1.1 </span></strong>maka akan muncul seperti dibawah ini</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><a title="4.jpg" href="http://kabupatenberau.files.wordpress.com/2007/11/4.jpg"><span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><span><img src="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image006.jpg" border="0" alt="4.jpg" width="419" height="254" /></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Masukan usernya : admin &amp; passwordnya : admin</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">6. akan muncul, maka settinglah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><a title="5.jpg" href="http://kabupatenberau.files.wordpress.com/2007/11/5.jpg"><span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><span><img src="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image008.jpg" border="0" alt="5.jpg" width="415" height="231" /></span></span></a><a title="6.jpg" href="http://kabupatenberau.files.wordpress.com/2007/11/6.jpg"><span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><span><img src="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image010.jpg" border="0" alt="6.jpg" width="415" height="128" /></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>1. pilih <strong><span>Static IP</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>2. Masukan <strong><span>IP ADDRESS </span></strong>yang didapat dari ISP nyaâ¦.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>3. Router name : ini nama alat router ini yang akan dibaca oleh PC Client, buat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>namanya terserah kita</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>4. <strong><span>Local IP Address </span></strong>: pilih default aja 192. 168.1 .1 subnet 255. 255.255.0, pilih</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>DHCP</span></strong><span>, <strong><span>Starting IP Address </span></strong>buat aja : 192.168.1.100., <strong><span>maximum number DHCP</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">user </span></strong><span lang="SV">: tergantung dari berapa jumlah komputer yang akan terkoneksi, misalnya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">ada 8 PC berarti isi dikolom ini 8</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">5. Tekan <strong><span>save setting</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">7. Agar supaya hanya PC/ Notebook aja yang terdaftar di router ini dan tidak semua notebook</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">dapat terkoneksi ke internet, maka aturlah <strong><span>system keamanan wirelessnya</span></strong>, lakukanâ¦klik</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>tab wireless</span></strong><span>, maka akan muncul</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><a title="7.jpg" href="http://kabupatenberau.files.wordpress.com/2007/11/7.jpg"><span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><span><img src="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image011.jpg" border="0" alt="7.jpg" width="418" height="337" /></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Lalu pilih Wireless <strong><span>WIRELESS MAC FILTER</span></strong>â¦</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><a title="8.jpg" href="http://kabupatenberau.files.wordpress.com/2007/11/8.jpg"><span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><span><img src="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image012.jpg" border="0" alt="8.jpg" width="415" height="282" /></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>1. </span></strong><span>Pilih <strong><span>ENABLE</span></strong>, lalu pilih <strong><span>PERMIT ONLY PCs Listed to access the wireless network</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">2. Klik <strong><span>Edit MAC Filter list</span></strong>, maka akan muncul</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><a title="9.jpg" href="http://kabupatenberau.files.wordpress.com/2007/11/9.jpg"><span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><span><img src="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image013.jpg" border="0" alt="9.jpg" width="367" height="411" /></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>3. di kolom MAC 01 sampai dengan 40 adalah nomer <strong><span>MAC address WIRELESS </span></strong>setiap</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>laptop yang kita daftarkan ke router ini, jika <strong><span>MAC laptop </span></strong>tersebut kita tidak</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">masukan maka laptop tersebut tidak dapat terkoneksi ke Internet.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">4. bagaimana kita tahu alamat MAC address setiap laptop yang akan kita masukan ke</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">kolom MAC address ini, maka pada laptop yang akan terkoneksi kita lakukan</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>a. </span></strong><span>klik <strong><span>START | RUN | ketik cmd</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">b. ketikan <strong><span>IPCONFIG /ALL</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">c. maka akan muncul, seperti gambar dibawah ini. </span><span>Maka perhatikan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>â¢ </span><span>pada <strong><span>Ethernet adapter wireless network connection</span></strong>,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>perhatikan physical addressnya, misalnya : <strong><span>00-15-00-4F-48-E3</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span><a title="10.jpg" href="http://kabupatenberau.files.wordpress.com/2007/11/10.jpg"><span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><span><img src="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image014.jpg" border="0" alt="10.jpg" width="371" height="305" /></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>5. Lakukan langkah ke 4 untuk laptop yang lain juga.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>6. Setelah mendapatkan alamat MAC nya masukan alamat tadi pada kolom MAC Router</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>seperti pada langkah 2 tadi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><a title="9.jpg" href="http://kabupatenberau.files.wordpress.com/2007/11/9.jpg"><span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><span><img src="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image015.jpg" border="0" alt="9.jpg" width="366" height="409" /></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>7. Klik <strong><span>save setting </span></strong>untuk simpan,</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>8. perhatikan pada saat menyalin nomer MAC laptop ke MAC di router menggunakan <strong><span>:</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>bukan <strong><span>â</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>8. Nah setelah dilakukan langkah ke 6 sebelumnya, maka cobalah di laptop yang telah</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>didaftarkan tadi dengan mengetikan PING 192.168.1, seperti dibawah ini .</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><a title="12.jpg" href="http://kabupatenberau.files.wordpress.com/2007/11/12.jpg"><span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><span><img src="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image016.jpg" border="0" alt="12.jpg" width="391" height="202" /></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>Selamat berarti kita telah berhasil mengkoneksikan laptop kita dengan menggunakan wireless</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">9. Biar bisa dikontrol dari jarak jauh (remote network) maka kita harus melakukan konfigurasi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span>di Administration</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><a title="13.jpg" href="http://kabupatenberau.files.wordpress.com/2007/11/13.jpg"><span><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><span><img src="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image017.jpg" border="0" alt="13.jpg" width="393" height="272" /></span></span></a></span></p>
<p class="MsoNormal"><span>1. <strong><span>Password : </span></strong>masukan password anda dan <strong><span>Re-enter to confirm </span></strong>: masukan password</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">lagi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">2. Access Server centang <strong><span>HTTP </span></strong>dan <strong><span>managemen port : 8080</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">3. klik <strong><span>save setting</span></strong>, jadi nanti kita bisa akses dari jarak jauh (dari Internet) router kita</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">dengan mengetikan di browser ip address dari ISP:8080, misalnya :</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>202.93.35.5:8080</span></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rodhiyah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rodhiyah.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rodhiyah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rodhiyah.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rodhiyah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rodhiyah.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rodhiyah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rodhiyah.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rodhiyah.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rodhiyah.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rodhiyah.wordpress.com&blog=3649314&post=32&subd=rodhiyah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rodhiyah.wordpress.com/2008/09/19/router/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b13472ced95333b939869901b7bf5f9c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rodhiyah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image002.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">11.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image004.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">21.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image005.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">31.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image006.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">4.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image008.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">5.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image010.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">6.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image011.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">7.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image012.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">8.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image013.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">9.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image014.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">10.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image015.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">9.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image016.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">12.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/THEANG~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/05/clip_image017.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">13.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>